GOA JEPANG DI JOGJA


06/05/2020 Administrator


Bala Tentara Militer Jepang masuk ke wilayah Indonesia diawali dengan mendarat di Balikpapan pada tanggal 20 Januari 1942, yang selanjutnya menduduki Pontianak, Martapura dan Palembang. Di Jawa, Jepang mendarat pertama kali di Eretan, Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 1 Maret 1942, yang selanjutnya menuju dan menduduki Jogja pada tanggal 5 Maret 1942.
 
Dalam kurun waktu 1942-1945, tentara Jepang membangun markas militer dalam bentuk goa di berbagai tempat di seluruh Indonesia yang dikuasainya termasuk di wilayah Jogja, baik yang berada di pegunungan, seperti (1) di wilayah Pundong, Bantul dan Bukit Plawangan, Kaliurang, Sleman; (2) di daerah pesisir seperti di Parangtritis; dan juga (3) di wilayah lain yang dianggap strategis, seperti di Berbah, Sleman yang dekat dengan Lapangan terbang Maguwo dan sekitarnya.
 
Dengan demikian tentara Jepang memang sangat menjaga dengan ketat semua garis pantai, semua celah-celah di sekitar pegunungan dan dataran rendah, baik di bagian sisi selatan, barat daya, maupun barat untuk membangun pertahanannya secara taktis dan strategis.
 
Keberadaan goa tersebut digunakan sebagai tempat untuk pengintaian, pertahanan dan perlindungan serta untuk menyimpan persenjataan dan logistik, disamping sebagai bunker untuk markas tempat tinggal prajurit Jepang dan berbagai keperluan lainnya. Hampir semua goa yang dibuat oleh Tentara Jepang tersebut terdapat ruangan untuk pertemuan, kamar dan dapur yang saling berhubungan dengan lorong-lorong untuk memudahkan dalam mendistribusi senjata, makanan dan kebutuhan tentara pada saat peperangan, serta dilengkapi dengan lapangan untuk upacara atau keperluan kemiliteran lainnya.
 
Goa pertahanan tersebut dibangun di ketinggian perbukitan menggunakan beton dengan ketebalan dinding hingga 60 centimeter dengan lubang di atas untuk jendela dan ventilasi udara yang dibuat samar dengan bebatuan untuk mengelabui musuh.
Untuk membangun benteng goa tersebut, Tentara Jepang mengerahkan tenaga romusha dari penduduk sekitar sehingga dalam waktu singkat dapat diselesaikan.
 
Goa Jepang di Kawasan Kaliurang, Sleman
Goa peninggalan Tentara Jepang di wilayah Sleman dapat ditemukan di lereng Gunung Merapi sebanyak 25 goa yang berada di atas Telaga Nirmala dan Tlogo Putri, disamping empat goa berada di area Berbah.
Goa yang berada di dusun Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman itu kemungkinan menjadi benteng pertahanan untuk menjaga dan mempertahankan Lapangan Terbang Maguwo (saat ini menjadi Bandara Adisutjipto), disamping menjadi gudang amunisi, hal ini terlihat dengan adanya pintu yang terbuat dari baja. Goa tersebut dibangun dengan memanfaatkan batu kulit cadas yang mempunyai ketinggian delapan meter, yang mempunyai empat pintu masuk menghadap ke barat.
 
Goa Jepang di Kawasan Pundong, Bantul
Di bagian Selatan Jogja, Tentara Jepang membangun 20 goa, dimana 16 goa yang berada di area Pundong, Bantul dan 4 goa berada di area Purwosari, Gunungkidul, dengan luas keseluruhan sekitar 12 hektar yang dibangun dengan membuat lubang di dinding bukit dengan kedalaman lorong yang bervariasi.
Goa yang dibangun di sekitar pantai dan di daerah pegunungan tersebut merupakan strategi pertahanan Jepang untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pendaratan tentara Sekutu di sepanjang pantai Laut Selatan.
 
 
/HJ