JALAN DAENDELS


24/04/2020 Administrator


Bila merujuk pada namanya, banyak orang mengira bahwa jalan yang membentang di Jawa tengah bagian selatan sepanjang 130 kilometer ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang identik dengan pembangunan jalan pos Anyer-Panarukan di Jawa bagian Utara, namun faktanya, penyebutan Jalan Daendels diambil dari nama seorang Asisten Residen, pejabat pemerintah setingkat bupati, di daerah Ambal, Kebumen yaitu A.D. Daendels.
 
Dalam catatan sejarah, jauh sebelum menggunakan nama Daendels, jalan ini dikenal dengan nama Jalan Diponegoro, dimana sebutan itu tidak lepas dari peristiwa Perang Jawa ketika Pangeran Diponegoro kerap melewati ruas jalan yang termasuk wilayah Bagelen Selatan ini untuk berperang melawan Belanda.
 
Sebelum digunakan Pangeran Diponegoro untuk bergerilya, pada masa kerajaan Jawa abad ke-14, banyak kerajaan yang memanfaatkan jalan pesisir Pantai Selatan Jawa ini sebagai jalur penghubung, salah satunya Kerajaan Mataram Islam pada era Sultan Agung yang menyebut wilayah ini dengan nama Urut Sewu, satu dari delapan wilayah bagian Negaragung yang merupakan daerah-daerah pungutan pajak di luar pusat pemerintahan keraton dan jalur ini juga pernah digunakan Amangkurat I untuk lari dari kejaran Pasukan Trunojoyo yang memberontak terhadap Kesultanan Mataram.
 
Padahal jauh sebelum itu, konon jalur tersebut juga telah digunakan pada masa kerajaan-kerajaan di Jawa seperti Kediri, Majapahit, Pajang, Mataram, Cirebon dan Demak.
 
Setelah Perang Jawa berakhir, Bagelen dibagi menjadi empat wilayah yakni Kebumen, Ambal, Ledok dan Kutoarjo. Pemerintah kolonial yang mengalami kerugian sangat besar menjalankan politik untuk menghapus pengaruh dan citra Diponegoro di kalangan pribumi untuk melemahkan semangat pengikut Diponegoro yang masih bergerilya. Pada tahun 1838, Residen A.D. Daendels yang memimpin daerah Ambal dimana jalur Diponegoro berada menggunakan kesempatan ini untuk mengubah nama jalan kuno penghubung kerajaan Jawa ini dengan namanya menjadi Jalan Daendels Pantai Selatan dan membangun kembali jalan tersebut mulai dari Brosot di Kulon Progo hingga Karang Bolong, di wilayah Cilacap, Jawa Tengah
 
Saat ini, Jalan Daendels sangat berfungsi sebagai jalur alternatif transportasi bagi para pemudik ketika menuju ke Yogyakarta dan sebaliknya.
 
 
/AI