AISYIYAH


25/02/2020 Administrator


Aisyiyah adalah organisasi wanita Muhammadiyah yang didirikan pada 19 Mei 1917 di Kauman Yogyakarta oleh isteri KH Ahmad Dahlan, Siti Walidah atau biasa dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan. Awalnya, Aisyiyah merupakan forum pengajian para perempuan Kauman bernama Sapa Tresna untuk mempelajari ilmu agama serta mendidik para perempuan. Berbekal pemikiran bahwa perlu adanya sebuah gerakan untuk menentang stigma bahwa perempuan tidak perlu sekolah atau berpendidikan, Siti Walidah mengembangkan Sapa Tresna yang kemudian berubah nama menjadi Aisyiyah, yang diambil dari nama salah satu istri Nabi Muhammad SAW, atas usulan K.H. Fachrodin, salah satu tokoh Muhammadiyah.
 
Pada awal pendiriannya, sembilan perempuan terpilih sebagai sang pemula kepemimpinan perdana Aisyiyah dengan Siti Bariyah sebagai ketua pertama, sementara Siti Walidah lebih memilih untuk menjadi profil pembimbing sebagai Pembina dan mempercayakan kepengurusan organisasi kepada murid-muridnya.
 
Setelah dua tahun terbentuk, Aisyiyah bergerak di bidang pendidikan dengan mendirikan Frobel yaitu pendidikan dini untuk anak-anak yang sekarang dikenal dengan nama TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), juga melakukan kegiatan untuk memberantas buta huruf, baik huruf arab maupun latin bagi para ibu rumah tangga, remaja perempuan dan buruh batik yang belum banyak bisa membaca dan menulis, sehingga mampu meningkatkan perempuan yang teredukasi, juga mendirikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi, pesantren khusus perempuan serta Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk membantu keluarga yang membutuhkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
 
Aisyiyah juga menerbitkan majalah Suara Aisyiyah untuk memperkenalkan program-programnya hingga membentuk kongres untuk perempuan pertama di Indonesia yang sekarang bernama Kowani (Kongres Wanita Indonesia).
 
Selain itu, Aisyiyah juga merambah di berbagai bidang seperti kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat baik kesejahteraan sosial maupun ekonomi, yang didasari oleh pemikiran bahwa harkat dan martabat seorang perempuan tidak akan mengalami peningkatan tanpa adanya kesejahteraan sosial dan ekonomi.
 
Di bidang kesehatan. Aisyiyah memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat serta memberi pelayanan kesehatan dengan mendirikan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, klinik bersalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak, dan balai pengobatan lainnya. Selain itu, Aisyiyah membuat kampanye pencegahan HIV/AIDS, sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, bahaya merokok dan minuman keras, serta mengupayakan program peningkatan kesehatan yang terjangkau di seluruh tempat pelayanan kesehatan sehingga seluruh kalangan dapat memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.
 
Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, Aisyiyah berupaya meningkatkan perekonomian di lingkungan perempuan dengan mengembangkan Bueka (Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah) di seluruh Indonesia, Koperasi, Baitul Maal wa Tamwil, Usaha Mikro Kecil Menengah dan kursus ketrampilan.
 
Aisyiyah turut ikut andil dalam peningkatan kesejahteraan sosial dengan mendirikan Rumah Singgah Anak Jalanan, Panti Asuhan dan memiliki Tim Pengrukti Jenazah, selain memiliki badan yang mengurusi dana santunan sosial seperti infaq, sodaqoh dan zakat sehingga dapat disalurkan ke tempat yang tepat hingga kelompok Bimbingan Haji, pengajian selain kegiatan keagamaan lain.
 
Setelah berkembang selama lebih dari satu abad, Aisyiyah menjadi salah satu organisasi wanita terbesar di Indonesia dan saat ini memiliki pimpinan wilayah mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kelurahan.
 
 
 
/VA