KAMPUNG DI JOGJA


19/04/2020 Administrator


Setelah Keraton Yogyakarta dibangun dan menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan dengan keluarga keraton lainnya, akhirnya menjadi kota dengan masyarakatnya yang menjadi penopang wilayah tersebut dan pemimpin Keraton Yogyakarta tampaknya sudah mempertimbangkan untuk menempatkan warganya, dimana abdi dalem ditetapkan dan mendapatkan pemukiman berkelompok sesuai dengan tugas dan jabatannya dalam suatu wilayah kampung. Beberapa di antaranya ditempatkan di wilayah dalam benteng keraton, yang disebut njero benteng dan lainnya ditempatkan di wilayah luar benteng keraton, yang disebut njaba benteng, walaupun kini kampung pemukiman tersebut sudah tidak menjadi suatu pemukiman khusus lagi.
 
Saat ini di Kota Yogyakarta terdapat ratusan kampung yang terbagi dalam beberapa klasifikasi: (1) Kampung yang pernah menjadi wilayah Keraton Yogyakarta; (2) Kampung yang pernah menjadi wilayah Pura Pakualaman; (3) Kampung yang pernah menjadi wilayah Keraton Mataram Islam di Kotagede; (4) Kampung baru dengan nama yang sesuai dengan fungsi atau tugas warga penghuninya; (5) Predikat kampung baru berdasarkan pada kegiatan yang dilaksanakan di wilayah tersebut.
 
KAMPUNG WILAYAH KERATON
Kampung yang pernah menjadi wilayah Keraton Yogyakarta, dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu (1) Kampung yang berdasarkan pada nama dalem (rumah) pangeran dan bangsawan; (2) Kampung yang berdasarkan pada nama keahlian abdi dalem dan (3) Kampung yang berdasarkan pada tempat tinggal abdi dalem prajurit keraton
Nama Kampung berdasarkan pada Nama Dalem (Rumah) Pangeran atau Bangsawan:
Bintaran; Brontokusuman; Cokrodiningratan; Cokrokusuman; Condronegaran; Danunegaran; Danurejan; Dipowinatan; Jogonegaran; Jogoyudan; Joyonegaran; Kadipaten; Kumendaman; Mangkuyudan; Mangunjayan; Mangunnegaran; Ngadinegaran; Ngadisuryan; Ngadiwinatan; Notoprajan; Notoyudan; Pakuningratan (Njeron Benteng); Pakuningratan (Jetis); Panembahan; Panembahan; Prawirodirjan; Pugeran; Pujokusuman; Purwodiningratan; Sindunegaran; Sindurejan; Singosaren; Sosrodipuran; Sosromenduran; Sosrowijayan; Suryaden; Suryatmajan; Suryobrangtan; Suryodiningratan; Suryonegaran; Suryoputran; Suryowijayan; Sutodirjan; Tejokusuman; Timuran; Wijilan; Yudonegaran
Nama Kampung berdasarkan pada keahlian Abdi Dalem:
Bludiran; Bumijo; Dagen; Gamelan; Gandhekan; Gebayanan; Gebulen; Gedhong Kiwo; Gedhong Tengen; Gemblakan; Gendhingan; Gerjen; Gowongan; Jlagran; Kemetiran; Kemitbumen; Kenekan; Keparakan Kiwo; Keparakan Tengen; Mantrigawen; Maosan; Mertolulutan; Minggiran; Musikanan; Namburan; Ngampilan; Ngrambutan; Numbakanyar; Pajeksan; Pandean; Patehan; Pesindhenan; Polowijan; Rotowijayan; Sekullanggen; Siliran; Sitisewu dan Suronatan.
Nama Kampung berdasarkan pada tempat tinggal Abdi Dalem Prajurit Keraton
Bugisan; Daengan; Jagakaryan; Jageran; Jogokaryan; Ketanggungan; Langenastran; Mantrijeron; Nyutran; Patangpuluhan; Prawirataman; Prawirotaman; Surakarsan; Wirobrajan
 
KAMPUNG WILAYAH KADIPATEN PURA PAKUALAMAN
Setelah Pura Pakualaman berdiri, juga memunculkan kampung tersendiri sesuai dengan karakteristik tugas dan jabatan atau suatu kondisi tertentu.
Kampung yang pernah menjadi wilayah Kadipaten Pakualaman:
Banaran; Beji; Gunungketur; Harjowinatan; Jagalan; Jayaningprang; Juminahan; Kauman Pakualaman; Kepatihan; Ledoksari; Margoyasan; Nototarunan; Pujowinatan; Purwanggan; Sureng Juritan
 
 
KAMPUNG DI KOTAGEDE
Pada kurun masa Kerajaan Mataram Islam di Kotagede pun, wilayah pemukimannya telah ditetapkan sesuai dengan karakteristik tugas dan profesi penghuninya, yang masih bisa dilacak hingga saat ini, seperti Alun-alun; Baharen; Baluwarti; Basen; Bumen; Cokroyudan; Daleman; Darakan; Depokan; Dolahan; Gedongan; Jagalan; Jagaragan; Jawilagan; Jayapranan; Jembegan; Kauman; Kitren; Krintenan; Lor Pasar; Mandarakan; Mranggen; Mutihan; Nyamplungan; Pandheyan; Patalan; Payungan; Pekaten; Peleman; Pilahan; Prenggan; Purbayan; Samakan; Sayangan; Selakraman; Sendok Indah; Singosaren; Sokowaten; Tegalgendu; Tegalgendu; Tempel; Trunajayan
 
KAMPUNG BARU
Kampung baru dengan nama yang sesuai dengan fungsi atau tugas warga penghuninya, antara lain: Baciro; Badran; Bausasran; Bestalan; Bulurejo; Demangan; Gampingan; Gayam; Glagah; Gondolayu; Green House; Jenggotan; Jetis; Karanganyar; Karangkajen; Kedungkebo; Ketandan; Kintelan; Kleben; Kleringan; Klitren; Kotabaru; Kranggan; Kuncen; Langensari; Lowano; Mancasan; Mergangsan; Ngadimulyo; Ngasem; Ngupasan; Pakel; Pakuncen; Pandean; Pathuk; Pengok; Pingit; Ronodigdayan; Sayidan; Serangan; Sorosutan; Tegal Kemuning; Tegal Panggung; Tegalmulyo; Tegalrejo; Tegalsari; Terban; Timoho; Tukangan; Warung Boto
 
Saat ini beberapa wilayah di Yogyakarta juga mendapat predikat kampung sesuai dengan program yang dilaksanakan disitu, seperti kampung budaya, kampung cyber, kampung gotong royong, kampung ramah anak, kampung wisata dan sebagainya.
 
 
/HJ